Memperolok perkara perkara agama

.: Istihzaa’ (Memperolok) Perkara-Perkara Agama :.
-------------------------

Saudaraku seiman, janganlah kita memperolok-olok dalam perkara agama islam, Sebagai misal meperolok-olokkan masalah jenggot, jilbab, menaikkan pakaian diatas mata kaki bagi laki-laki, mengatakan Islam sudah tidak relevan dengan zaman kerena membatasi kebebasan wanita, hukum waris dan lain sebagainya.

Ketahuilah, jika olok-olokan itu ditujukan kepada syariat maka, sungguh dia telah menjadi kafir dan keluar dari ajaran agama Islam. Karena menghina syariat berarti menghina pembuat syariat, yaitu Allah. Begitu pula ia telah menghina Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam [ Lih. At-Tauhid oleh Shalih Fauzan hal. 42 ]. Berdasarkan dalil.

قُلْ أَبِاللهِ وَءَايَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ . لاَتَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

Katakanlah,"Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?" Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. [At-Taubah: 65-66]

Dan seandainya olok-olokkan itu ditujukan kepada orangnya (pelaku syariat), maka dia termasuk orang yang fasiq dan sudah tergelincir di tempat yang sangat berbahaya.

Oleh karenanya saudaraku seiman mari kita jauhi perbuatan yang tercela ini.

Terimakasih kepada Sumber kami :

Via, Almanhaj.or.id, [secara ringkas]
----------------------------------

Mudah-mudahan amal ini ikhlas, bermanfaat dan menjadi pemberat timbangan kebaikan.

www.TausiyahAgama.tk | www.gold-g.tk

Sudah jatuh tertimpa tangga

.: Sudah jatuh, tertimpa tangga :.
-------------------------

Saudaraku seiman, siapa diantara kita yang tidak pernah tertimpa musibah, apakah itu musibah yang kecil maupun yang besar. semua kita tentu pernah merasakannya.

Namun, janganlah musibah yang sudah kita terima ini menjadi musibah yang berikutnya. atau sebagaimana kata pepatah "sudah jatuh tertimpa tangga"

Mudah-mudahan kita dijauhkan dari sifat2 yang tercela ketika musibah terjadi, seperti bentuk2 berikut ini,

1. Terjadi di dalam hati, misalnya jengkel terhadap Allah Ta'ala karena taqdir buruk menimpanya. Ini haram hukumnya saudaraku, terkadang bisa menjerumuskan kepada kekufuran. Allah Ta'ala berfirman. :

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ

"Artinya : Di antara manusia ada yang menyembah Allah dengan berada di tepi, maka jika memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keaadaan itu, dan jika ditimpa suatu bencana berbaliklah ia ke belakang. Ia rugi dunia dan dan di akhirat" [Al-Hajj : 11]

2. Dengan lidah, misalnya meminta celaka dan binasa dan yang semisal itu. Ini juga haram.

3. Dengan anggota tubuh seperti menampar pipi, merobek saku, menjambak rambut dan semisalnya. Semua ini haram karena bertentangan dengan sabar yang merupakan kewajiban.

3 Jenis larangan ini, admin nukil dari fatwa Syaikh Utsaimin Rahimahullah.

Sumber;

Via, Almanhaj.or.id, [secara ringkas]
----------------------------------

Mudah-mudahan amal ini ikhlas, bermanfaat dan menjadi pemberat timbangan kebaikan.

www.TausiyahAgama.tk | www.gold-g.tk

Gambar dan foto profil dan DP BBM Motivasi dan renungan islam





berikut ini adalah gambar dan foto tentang motivasi dan renungan islami yang dapat anda gunakan sebagai foto profil dan DP BBM atau Blackberry Messenger atau foto profil lainnya. :












Mari kita doakan saudara-saudara kita dengan memohon pada Allah

.: Kasihanilah mereka :.
--------------------------

Saudaraku seiman diamana pun anda berada..
Mari kita doakan saudara-saudara kita dengan memohon pada Allah. Jika kita melihat kesalahan mereka maka kita katakan : "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari kesalahan yang menimpa dia, dan Dia lah yang memberikan keutamaan padaku di atas kebanyakan makhluk-Nya dengan keutamaan yang besar", kita mohonkan bagi mereka hidayah dan kita melihat orang yang menyimpang itu bagaikan seorang pasien, sebagaimana kata Ibnu Taimiyah : Ahlul bidah itu bagaikan orang sakit, maka bolehkah kita memperolok orang yang sedang sakit badannya? Jika kita melihat orang yang buntung tangannya, apakah kita perolok ? Orang yang berakal tak akan melakukannya. Mereka (ahlul bidah) itu fitnahnya lebih besar, karena mereka diuji dalam agama mereka, kasihan mereka itu. Maka sayangilah dan kasihanilah dia, jangan kamu cela, jangan suka membicarakannya dan menyebarkan kesalahannya, tapi kita mohon pada Allah agar memberinya hidayah dan menyelamatkannya dari apa yang sedang menimpa dia, serta kita juga meminta perlindungan kepada Allah dari musibah ini.

Pengalan dari Nasehat, Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily Hafidzohullah.



Sumber:








Via, Almanhaj.or.id, [secara ringkas]
----------------------------------

Mudah-mudahan amal ini ikhlas, bermanfaat dan menjadi pemberat timbangan kebaikan.

  www.TausiyahAgama.tk

Hati yang gelisah karna dia Hatimu merindukan Allah Tuhan-Nya

Allah Ta’ala berfirman:
{الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ}
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS ar-Ra’du:28).

Hanya Mengingat Allah Hati Menjadi Tenang


Firman Allah S.W.T, "Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah dengan menyebut nama Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepadaNya di waktu pagi dan petang." (Al-Ahzab 41-42)


Semoga bermanfaat.



BACA JUGA LAINNYA :

Bangunlah Untuk Shalat Malam

Saudara/i ku yang di rahmati Allah, Bangunlah untuk shalat malam Inshaa Allah, Allah memilihmu kedalam barisan mereka ( Shaleh ). 

Sabda Nabi SAW :
“Kerjakanlah shalat tahajjud, karena sesungguhnya shalat tahajjud itu adalah adat kebiasaan orang orang saleh sebelum kalian.” (Shahih Al Jami Ash Shaghir no 6635).

Demikianlah tahajjud merupakan kebiasaan orang-orang shaleh terdahulu, dan juga orang-orang setelahnya  Inshaa Allah tentu, termasuk kedalam orang-orang yang shaleh juga orang-orang yang mengerjakan shalat tahajjud sekarang dan kemudian. Kerjakanlah... Inshaa Allah kita termasuk dalam golongan mereka yang shaleh. Aamiiiiiin...

Bukankah kita ingin termasuk menjadi orang yang beruntung?
Sungguh Inshaa Allah orang-orang yang bangun malam dan mendirrikan shalat sungguh benar-benar orang yang sangat beruntung.

Rasululah saw. bersabda, “Seluruh manusia dikumpulkan di tanah lapang pada hari kiamat. Tiba-tiba ada panggilan dikumandangkan dimana orang yang meninggalkan tempat tidurnya, maka berdirilah mereka jumlahnya sangat sedikit, lalu masuk surga tanpa hisab. Baru kemudiaan seluruh manusia diperintah untuk diperiksa.”

Sungguh sangat beruntung orang-orang yang berdiri ketika diseru saat hari kiamat sebelum dimulainya hisab, agar mereka masuk surga tanpa hisab, setelah mereka masuk kedalamnya (surga) barulah dimulai proses hisab untuk orang-orang setelah mereka.

 Allah Subhanhu Wa Ta'ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah berikan kepada mereka. Sebelumnya mereka adalah telah berbuat baik sebelumnya (di dunia), mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah).” (QS. Az Zariyat: 15-18)

Itulah firman Allah yang mulia dan ingatlah....janji Allah itu pasti benar..

BACA JUGA LAINNYA :

Simpanlah Deritamu dengan Imanmu

Dunia memang sulit, tapi hari akhir jauh lebih sulit.
Dunia memang tempat kesedihan, tapi surga tinggal kebahagiaan.


Simpanlah Deritamu dengan Imanmu..
Kuatkan hati bersimpuh pada-Nya...

BACA JUGA LAINNYA :